
Waspada Leptospirosis
Leptospirosis adalah penyakit infeksi akibat bakteri Leptospira interrogans, yang ditularkan melalui air atau tanah yang terkontaminasi urine hewan, terutama tikus. Berdasarkan data Kemenkes (2024), kasus leptospirosis sering meningkat setelah musim hujan dan banjir. Studi di Journal of Tropical Medicine and Health menyebutkan bahwa risiko terbesar terdapat pada masyarakat yang sering beraktivitas di lingkungan lembap atau genangan air.
Gejala awal leptospirosis antara lain demam tinggi, nyeri otot, mual, dan mata kuning. Dalam kasus berat, infeksi dapat menyebabkan gagal ginjal, perdarahan, bahkan kematian. Menurut penelitian di Universitas Gadjah Mada (2023), tingkat fatalitas bisa mencapai 15% jika tidak ditangani dengan cepat.
Langkah pencegahan meliputi menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan alas kaki saat hujan atau banjir, dan menutup makanan agar tidak terkontaminasi tikus. Puskesmas diharapkan aktif melakukan penyuluhan dan deteksi dini agar masyarakat lebih sadar terhadap bahaya leptospirosis dan segera mencari pertolongan medis.
